Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Miris ! Ancaman Online melalui Dunia Maya di Tahun 2022 Menjadi Cermin Masa Depan

Melansir dari kompas.com, perusahaan keamanan siber Kaspersky merilis laporan terkait adanya ancaman kejahatan online dengan jumlah hingga belasan juta. Jumlahnya tersebut terhitung semuanya menyasar pada penggguna internet di Indonesia yang otomatis memgartikan dunia maya sedang tidak baik-baik saja. Hal tersebut menjadi bayang-bayang hitam masa depan mengingat kemajuan teknologi sudah diprediksi.

Bagaimana Cara Menghindari Ancaman Tersebut? Berikut Beberapa Tipsnya

Kaspersky tidak secara tangan kosong melaporkan hal yang tentunya akan membuat khawatir masyarakat generasi milenial di tengah sedang gencarnya penggunaan internet di dunia maya. Mereka memberikan tips bagaimana menghindari ancaman tersebut sehingga Anda tetap aman di tengah hujan cyber crime dan berikut beberaoa tips menghindarinya agar lebih aman di dalam dunia maya.

1. Jangan Asal Mengklik Tautan atau Link yang Masuk ke Akun Pribadi

Source : tekno.bisnis.com
Source : tekno.bisnis.com

Banyak sekali saat ini korban kejahatan siber yang melaporkan bahwa dirinya kehilangan uang hanya karena sekali mengklik tautan atau link terkirim di HPnya. Entah masuk ke email, SMS atau bahkan media sosialnya. Oleh sebab itu Kaspersky menyarankan untuk tidak asal mengklik tautan-tautan (link) tidak jelas, jika memang dari bank harus mengkonfirmasinya langsung.

Hal tersebut karena pihak bank tidak secara mudahnya mengirimkan tautan atau link pada nasabahnya jika tidak dalam kondisi memang seda pengurusan sesuatu di kantornya langsung. Jikapun dalam posisi tersebut mendapatkan tautannya, diharapkan untuk tetap tidak mengkliknya sembarangan karena bisa jadi merupakan ancaman bahkan termasuk kejahatan siber.

2. Mengunduh Aplikasi Asli dari Toko Resmi masing-masing Gadget

Source : inet.detik.com
Source : inet.detik.com

Dengan mengunduh aplikasi melalui toko-toko resmi seperti Google Play (Android), App Store (iOS) dan Microsoft Store, bisa meminimalisir terjadinya Malware, yaitu merupakan program berbahaya. Program-program tersebut biasanya berasal dari beberapa aplikasi yang berasal dari aplikasi yang diunduh tidak melalui toko resmi karena tidak jelas asalnya atau pembuatnya.

Malware menjadi salah satu ancaman bagi pengguna aktif internet karena memang sering terjadi, mengingat saat ini banyak aplikasi melalui toko resmi yang diharuskan membayar tetapi mereka membutuhkannya. Akhirnya menggunakan jalan pintas mengunnduhnya melalui website atau bahkan mendapatkan link dari teman tidak jelas darimana serta siapa pembuat aplikasinya tersebut.

3. Selalu Update Sistem Operasi (OS) dan Aplikasi Terpasang

Source : miro.medium.com
Source : miro.medium.com

Melansir dari kompas.com, Kaspersky juga menyarankan untuk jangan lupa memperbarui sistem operasi (OS) terbaru dan aplikasi-aplikasi terpasang di gadget Anda. Tanpa disadari ternyata hal tersebut biasanya akan menambal kerentanan atau celah keamanan yangdapat dieksploitas oleh pelaku kejahatan siber secara kenal ampun bahkan menyebar ancamannya.

Selain itu setiap program aplikasi dan OS yang dilakukan pembaruan cara kerjanya sama seperti mesin baru, dimana setelah mendapatkan perawatan tune up kerjanya lebih optimal. Begitu juga aplikasi serta OS, memang sebagian besar sebagai jantung dari sebuah gadget sehingga ketika ada pembaruan diharuskan memperbaruinya dengan sistem terbarunya agar lebih kuat.

4. Pastikan ketika Login Menggunakan Koneksi yang Aman dan Bersifat Pribadi

Source : gatra.com
Source : gatra.com

Ternyata melakukan login akun dan password menggunakan koneksi jaringan bersama atau wifi publik bisa memudahkan pelaku kejahatan siber melacak apa nama akun serta passwordnya. Oleh sebab itulah Kaspersky melansir dari kompas.com juga menyarankan untuk tidak login akun ke bank onlie dan layanan serupa melalui jaringan wifi publik.

Saat ini memang banyak sekali disediakan layanan wifi publik untuk menyediakan beberapa pengguna internet yang membutuhkan koneksi tetapi mungkin tidak memiliki kuota atau bahkan memang membutuhkan koneksi lancar. Wifi menjadi koneksi tercepat sehingga banyak sekali dari pengguna lalai melakukan login tersebut ketika sedang dalam proses penggunaan jaringan bersama.

5. Berikan Perisai pada Perangkat dengan Program anti Malware dan Virus

Source : indotelko.com
Source : indotelko.com

Berbeda dengan kualitas ponsel pintar jaman dulu, dimana pengguna harus secara manual memasangkan perisai sebagai penjaga perangkatnya dari program-program seperti malware dan virus. Namun sekarang semua gadget terbaru termasuk laptop, sudah otomati terpasang jika membelinya secara benar dan tokonya terpercaya.

6. Hati-hati dalam Memasang Anti Virus Gratis

Source : celebrities.id
Source : celebrities.id

Berkaitan dengan penjelasan sebelumnya, dimana gadget zaman dulu memang harus melakukan pemasangan anti virus secara manual. Hal tersebut sebaiknya dijadikan sebagai peringatan hati-hati untuk Anda agar tidak memasang anti virus gratis. Sebaiknya cari tahu informasinya secara lengkap dan detail.

Dengan mengetahu beberapa tips di atas diharapkan pengguna internet tidak begitu dikhawatirkan dengan adanya ancaman tersebut karena memang kejahatan siber sudah menjadi resiko terbesar di era globalisasi ini. Tidak bisa dihindari, tetapi masyarakat bisa melindungi dirinya sendiri melalui dunia maya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik