Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pemanfaatan Ruang Sosmed : Bagaimana Seharusnya Membuat Konten Terbaik

Melihat banyaknya konten yang ada sekarang di media sosial, dari bersifat positif hingga negatif ada semua disana. Hal tersebut membuat munculnya pertanyaan bagaimana seharusnya membuat konten terbaik? Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan tersebut akan ada banyak versi, pada kesempatan kali ini Sabdamaya akan memberikan jawaban konten-konten terbaik versinya.

Enam Syarat Konten yang Baik untuk Dibagikan ke dalam Sosial Media

Pada dasarnya mengingat saat ini tidak hanya orang dewasa saja yang menikmati konten dalam sosial media, bahkan anak kecil dari umur balita sampai di bawah umur juga melihatnya. Oleh sebab itulah sebaiknya membagikan konten-konten bersifat positif sehingga tidak mengajarkan kepada anak-anak karena tidak tahu apa dampak buruk kedepannya. Oleh sebab itu berikut syarat konten baik versi Sabdamaya.

1. Mengandung Konsep yang Positif Melalui Edukasi Ringan

Source : suara.com
Source : suara.com

Seperti pada penjelasan sebelumnya tentang sebuah konten mempunyai konsep membersihkan sampah-sampah di sungai kecil sekitarnya. Hal-hal seperti inilah yang dianggap sebagai konten-konten positif dengan menggunakan edukasi ringan. Tidak ada unsur paksaan sehingga netizen justru merasa tertantang juga melakukannya.

Melihat konten disukai ratusan hingga jutaan tentu saja membuat orang lain tertantang untuk mencoba melakukan hal-hal positif tersebut. Tanpa disadari melalui kontennya tersebut mereka sudah memberikan edukasi gratis tanpa banyak berbicara tetapi langsung dengan gerakan tanggapnya. Bisa dibilang talk less do more.

2. Mengajak Melakukan Hal yang Bermanfaat bagi Orang Lain

Source : news.detik.com
Source : news.detik.com

Mungkin memang benar konten-konten menolong beberapa orang tidak mampu dan membutuhkan saat ini sedang banyak dikecam karena salah satu publik figure yang salah dalam menggunakan konsepnya. Jika memang konsep awalnya mengajak melakukan hal bermanfaat bagi orang lain lakukan dengan cara terbaik.

Masih ada beberapa konten yang memberikan bantuan pada orang membutuhkan tanpa memperlihatkan wajahnya, jumlah uangnya, serta barang pemberiannya apa. Nah konsep seperti itulah layak menjadi konten terbaik dan mengajak pengguna lain melakukan hal bermanfaat bagi orang lain sedang membutuhkan.

3. Meliput Beberapa Pedagang yang sedang Sepi Pembeli untuk Diramaikan

Source : youtube.com
Source : youtube.com

Konten dengan konsep ini juga sedang banyak dilakukan oleh content creator dengan jumlah pengikut ratusan hingga jutaan. Konsepnya sama seperti poin pertama, hanya saja mereka lebih to the point dimana menamakan kontennya, misalnya milik Dyodoran food vlogger “UMKM Laris Manis”. Dimana Mas Dyo dan timnya akan mendatangi warung kuliner di sekitarnya.

Ada yang memang sepi pembeli karena dampak dari pandemi, ada juga memang sudah ramai sehingga tambah ramai lagi. Kebanyakan konsep konten seperti ini sangat efektif karena banyak pedagang diuntungkan melalui sosial media perantara content creator baik hati. Hal-hal seperti ini harus didukung karena menghasilkan karya dengan membantu orang lain.

4. Konten Memperbaiki Diri dengan Kata-kata Mutiara

Source : maxmanroe.com
Source : maxmanroe.com

Syarat selanjutnya adalah konten yang membantu pengguna lainnya memperbaiki diri menggunakan kata-kata Mutiara. Selain berbentuk video, Anda juga membuatkan dalam bentuk foto diberikan hiasan agar lebih menarik. Tanpa disadari hal-hal tersebut sangat berguna bagi mereka memang sedang membutuhkan support.

Tidak semua orang di dalam sosial media sedang menjalani kebahagiaannya. Tersenyum dalam menangis seringkali dialami oleh setiap pengguna yang membagikan momennya di sosmed. Oleh sebab itulah konsep konten dengan kata Mutiara, terkadang juga diambil dari Al-Quran bisa menjadi bahan mereka memperbaiki diri juga tersadar bahwa semua baik-baik saja.

5. Memberikan Informasi untuk Menambah Pengetahuan Pengguna Lainnya

Source : qiscus.com
Source : qiscus.com

Pernah ada satu netizen memberikan komentar di dalam konten dengan konsep memberikan informasi mengenai hal yang memang sebelumnya tidak diketahui oleh mereka. Komentarnya adalah “dibuat pandai melalui Tik Tok”, hal tersebut membuktikan bahwa konten memberikan info bisa membantu mereka lebih pandai dan menambah pengetahuannya.

Konsep ini juga seringkali terlihat di sosial media Tik Tok juga Instagram, baik berupa video atau foto sehingga pengguna atau netizen bisa dengan jelas memahami setiap informasi yang diberikan. Terkadang content creator justru tidak memahaminya betapa bermanfaatnya kontennya tersebut.

6. Tidak Mengandung SARA dan Membully Fisik Orang Lain

Source : recode.id
Source : recode.id

Syarat terakhir tentu saja konten yang tidak mengandung SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) dan membully atau merundung fisik orang lain. Di dalam sosial media ada banyak sekali jenis manusia, oleh sebab itulah jangan mudah membuat konten mengandung hal-hal tersebut.

Keenam syarat diatas adalah versi Sabdamaya, membuat konten di dalam sosial media dan memanfaatkannya secara baik dan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik