Gadget  

Penyebab Mengapa 5G Belum Bisa Diterapkan di Indonesia

source: cermati.com

Belakangan ini marak pembicaraan mengenai jaringan 5G yang sudah mulai akan diterapkan di Indonesia. Hanya saja terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan hingga kini belum bisa menjalaninya meski beberapa operator dan smartphone telah dibekali dengan kecepatan jaringan mumpuni.

Penyebab Mengapa 5G Belum Bisa Diterapkan di Indonesia

Meski beberapa operator jaringan telah diberikan izin untuk memasang jaringan 5G dan telah melakukan pengembangan. Namun tidak dapat dipungkiri jika hal tersebut belum cukup jika di sebuah negara belum menduku. Ada banyak penyebab yang melatarbelakanginya. Berikut ulasannya:

1. Era Perang Tarif

source: selular.id

Mengetahui kebutuhan masyarakat yang kian meningkat membuat para operator jaringan berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan terbaik termasuk dalam hal harga. Kecenderungan khalayak saat ini adalah menggunakan operator jaringan yang dibanderol ekonomis serta mendukung di daerahnya.

Apabila persaingan antara operator terus berlanjut maka bisa merugikan banyak pihak apalagi jika mereka telah menurunkan kekuatan konektivitas. Akibatnya ekosistem digital tidak dapat berkembang sesuai harapan, bahkan kemungkinan besar saat akses internet maka lebih menyita banyak data internet.

2. Sistem Kabel Fiber Optik

source: supercorridor.co.id

Kecepatan yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakan jaringan 5G sendiri yakni mencapai 20 Gbps jika digunakan sendiri. Sedangkan untuk 4G hanya mencapai 150 Mbps bagi pengakses individu. Antara keduanya cenderung sangat berbeda oleh sebab itu 5G bagi beberapa pihak sangat dinantikan.

Modern ini memang teknologi merupakan hal yang paling dibutuhkan karena hampir setiap kegiatan manusia bertumpu pada perangkat elektronik. Hanya saja pemasangan kabel fiber optik terbilang cukup rumit, untuk itu masyarakat Indonesia masih perlu bersabar hingga mulai dari dana serta tenaga ahli tercukupi.

3. Sistem Menara Bersama

source: bisnis-cdn.com

Frekuensi yang digunakan untuk dapat memasang jaringan 5G yakni sekitar 28Ghz, karena di Indonesia masih terbatas maka harus dilakukan kerja sama. Salah satu hambatannya yakni ketika digunakan bersama maka kemungkinan besar kekuatannya tidak bisa maksimal.

Jika kekuatan tidak bisa maksimal tentunya para pengguna akan berpendapat jika tidak ada bedanya dengan jaringan 4G atau lebih di bawahnya. Kerjasama pendirian menara bersama ini disebabkan padatnya BTS yang harus digunakan untuk 5G nantinya apabila berada di frekuensi 28 Ghz.

4. Frekuensi 5G Belum Pasti

source: detik.net.id

Frekuensi yang akan diterapkan pada jaringan 5G belum diketahui pasti dan masih dalam tahap pengembangan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan meminimalisir dampak kedepannya. Berbagai uji coba pun dilakukan, akhirnya menemukan frekuensi 28 Ghz yang ternyata memang kosong.

Namun hambatan kembali muncul, arena frekuensi 28 Ghz sendiri jangkauannya cukup pendek yang akan memunculkan masalah berikutnya berkaitan dengan menara BTS. Penerapannya harus sangat rapat sebab akan banyak menara dan gedung yang digunakan untuk menaruh BTS 5G.

5. Aturan Masih Lama Keluar

source: suara.com

Pada 2019 lalu pemerintah bekerja sama dengan KOMINFO menyusun peraturan mengenai 5G di Indonesia. Sedangkan tahun 2020-2021 merupakan tahap fialisasi kebijakan regulasinya berkaitan dengan mode bisnis, BPH, spektrum, dan sebagainya. Proses selanjutnya yakni melakukan uji coba menggunakan ponsel dengan konektivitas 5G.

Sebelum diluncurkan, akan diadakan konsultasi terlebih dahulu guna meminimalisir dampak yang akan terjadi kedepannya. Baru pada tahun 2022 nantinya 5G diperkirakan rilis setelah melakukan pelelangan frekuensi. Kesimpulannya yakni menurut perkiraan KOMINFO, Indonesia bisa mendapatkan layanan ini pada 2022.

6. Pertimbangan Model Bisnis

source: sindonews.net

Sebelum menerapkan sebuah jaringan, tentu memerlukan model bisnis untuk memudahkan dalam pengelolaan nantinya. Dengan begitu jika terjadi hambatan atau lainnya maka bisa segera mendapatkan penanganan lebih maksimal. Tingkat kesulitannya terletak pada posisi geostrategis Indonesia.

Hal ini berkaitan dengan harapan jika jaringan 5G ini bisa berfungsi secara maksimal di masyarakat dari berbagai kalangan. Persiapan infrastruktur sangatlah penting guna menunjang dan meminimalisir kemungkinan buruknya. Oleh sebab itu pemerintah bersama KOMINFO masih melakukan pengkajian hingga kini.

Itulah penjelasan singkat mengenai mengapa Indonesia belum menerapan jaringan 5G. Perlu diketahui sebelum mengaplikasikannya tentu ada beberapa pertimbangan sertaa opersiapan matang agar bisa berfungsi secara maksimal dan tidkak merugikan pihak manapun bahkan bisa mendapatkan keuntungan  banyak. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *