Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Apa Kata Netizen : Konten dengan Konsep Poverty Porn yang Banyak Mengundang Kontra

Seperti sudah diketahui pada pembahasan sebelumnya tentang bagaimana seorang artis tanah air, Baim Wong membuat kontennya dengan memanfaatkan penderitaan orang lain. Pada dasarnya konten-konten tersebut memang sedang trending di Indonesia, sangat miris. Dimana menolong namun harus ada kamera dan bahkan status penerima serta jumlah atau apa pemberiannya diperlihatkan secara buka-bukaan, tentu saja menimbulkan kontra.

Beberapa Penilaian Netizen tentang Konten Poverty Porn

Melalui konten-konten “ala” Baim Wong dengan memanfaatkan mereka yang tidak mampu, seringkali menimbulkan banyak konflik bagi masyarakat. Mereka berpikir cara tersebut justru akan mempermalukan pihak penerima, sedangkan menurut ajaran agama Islam pun sudah masuk kategori Riya’. Berikut akan dibahas bersama tentang penilaian netizen tentang Poverty Porn di dalam media sosial.

1. Melihat Kekurangan Seseorang Hal yang Tidak Nyaman

Source : okezone.com
Source : okezone.com

Pada dasarnya semua orang tidak akan mau diekspos kekurangannya, begitu juga mereka yang masuk ke dalam orang tidak mampu. Namun jika melihat dari kontennya Baim Wong dan content creator lainnya, tentunya mereka yang dijadikan sebagai bahan konten tidak akan bisa menolak melihat siapa mereka.

Selain bisa menguntungkan mereka, juga dianggap sebagai kesempatan tak datang lagi diliput oleh selebritis tanah air. Namun di sisi lain sebenarnya ada rasa tidak nyaman, bahkan seseorang yang melihat konten berkonsep tersebut juga merasakan hal sama. Oleh sebab itu penilaian netizen tentu saja melihat kekurangan seseorang adalah hal tidak nyaman.

2. Tidak Semua Masyarakat Kurang Mampu Bermuka Tembok Mereka masih Punya Malu

Source : pikiran-rakyat.com
Source : pikiran-rakyat.com

Bermuka tembok disini adalah tidak punya malu, penilaian netizen lainnya beberapa masyarakat tak mampu masih mempunyai malunya sehingga jika meliput mereka secara terbuka bisa merusak privasi. Oleh sebab itulah konten poverty porn dianggap sangat kontroversial bagi netizen, rasa iba yang muncul bukan karena kemiskinannya.

Rasa iba muncul berkat pemberian orang lain dan secara terang-terangan diliput. Justru hal tersebut akan membuat seseorang merasa dirinya sangat rendah. Meskipun demikian masih saja banyak content creator yang secara percaya diri membagikan pengalaman orang-orang tidak mampu tersebut menjadi sebuah konten.

3. Bukannya Membantu tetapi Menambah Rasa Malu Penerimanya

Source : newsdetik.com
Source : newsdetik.com

Penilaian netizen selanjutnya adalah dimana konten tersebut bukannya membantu tetapi justru akan menambah rasa malu penerimanya. Hal tersebut dikarenakan mereka terlalu mengekspos secara terang-terangan bagaimana membantu dan memberikan sejumlah uang, juga barang-barang tertentu yang diniatkan membantu.

Namun kembali lagi jika tulus membantu sebaiknya tidak perlu mengeksposnya terlalu terbuka. Hal tersebut justru lebih pada memanfaatkan penderitaan orang lain sebagai keuntungan pribadi melalui kontennya. Oleh sebab itulah mengapa netizen berpendapat bukannya membantunya tetapi malah menambahkan rasa malu penerimanya kecuali menutup wajah juga nominal pemberiannya.

4. Bukan Termasuk Konten yang Bisa Ditiru oleh Banyak Masyarakat

Source : kompasiana.com
Source : kompasiana.com

Penilaian selanjutnya adalah dimana konten poverty porn adalah bukan termasuk konten bisa ditiru oleh banyak masyarakat. Hal tersebut karena memang pada dasarnya membagikan penderitaan orang lain bukan sebuah kebanggaan lebih pada kenistaan. Meskipun dengan niat membantu, namun sama saja mempermalukan mereka secara tidak sadar.

Dimana pada dasarnya tangan di bawah akan lebih terlihat memalukan daripada di atas. Oleh sebab itu sebaiknya tidak perlu terlalu menjadikan kesengsaraan mereka sebagai bahan konten karena sebenarnya bukan menjadi bahan konten yang bisa ditiru oleh masyarakat. Namun sayangnya justru sekarang banyak content creator menggunakannya.

5. Konten yang Justru Bukan Mengajak tetapi Cenderung Flexing

Source : surabayaonline.co
Source : surabayaonline.co

Membuat konten sebenarnya tidaklah sulit, hanya saja terkadang orang salah menetapkan konsep dasarnya. Termasuk salah satunya membantu orang tidak mampu menjadikannya pemeran utama penarik perhatian pengguna media sosial lainnya. Namun justru hal tersebut lebih pada flexing atau pamer daripada mengajak berbuat baik dengan bersedekah.

6. Tangan Kanan Memberi Tangan Kiri tidak Boleh Mengetahuinya seperti Diabaikan

Source : idntimes.com
Source : idntimes.com

Pada dasarnya dalam ilmu kehidupan sosial, jika tangan kanan memberi tangan kirinya tidak boleh mengetahui. Namun dengan banyaknya konten-konten poverty porn, seperti mengabaikan ilmu kehidupan sosial tersebut. Bahkan agama pun mengajarkan hal yang sama, oleh sebab itu melakukannya bukan merupakan hal baik.

Penilaian netizen tentang konten poverty porn di atas seharusnya sudah bisa menjadi tamparan bagi content creator agar bisa menghasilkan konten-konten bermanfaat. Bukannya memanfaatkan orang lain sebagai kebutuhan kontennya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik