Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Modus Penipuan Online yang Perlu Anda Waspadai Agar Tidak Terjebak

Meski memiliki berbagai keuntungan, namun perkembangan teknologi sendiri juga bisa memberikan dampak buruk bahkan mengakibatkan kerugian besar. oleh sebab itu perlu untuk selalu berhati-hati ketika ada pihak mencurigakan yang mengirimkan pesan mencurigakan misalnya memberikan hadiah secara cuma-cuma.

Modus Penipuan Online yang Perlu Anda Waspadai

Ada beberapa modus penipuan yang saat ini seringkali menjerat banyak orang bahkan bukan hanya orang awam melainkan juga berpendidikan. Olehkarenya kehati-hatian memegang peranan penting, selain itu juga perlu melakukan penelitian secara mendalam terlebih dahulu berikut ini akan dijelaskan beberapa diantaranya:

1. Pharming

source: antivirus.comodo.com

Kejahatan ini bisa dikatakan cukup berbahaya dengan sistem mengarahkan calon korbannya untuk memberikan data pribadinya. Pharming mengarahkan korbannya ke sebuah situs web kemudian akunnya akan diretas secara keseluruhan. Bahayanya jika mereka bertindak nekat seperti melakukan penipuan atau lainnya.

Salah satu cara untuk menghindarinya adalah dengan tidak langsung mengklik tautan dari orang tidak dikenal. Sebab meski hanya berupa link namun pihak pelaku bisa langsung mengambil alih akun-akun korban. Kemungkinan besar kegiatan tersebut dilakukan oleh ahli informatika karena caranya terbilang rumit.

2. Phising

source: antivirus.comodo.com

Jenis kejahatan ini merupakan jenis cyber yang kerap ditemui oleh masyarakat Indonesia. umumnya kegiatan seperti ini dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menghubungi calon korbannya melalui email, telepon, atau pesan teks. Oleh sebab itu penting untuk selalu menjaga keamanan akun-akun pribadinya.

Para pelaku akan menjalankan aksinya secara berkala, jika percobaan pertama dan keduanya gagal biasanya mereka akan terus mencoba sampai berhasil. Apabila korban telah tertipu biasanya kontak dari penipu hilang secara tiba-tiba dan tidak bisa dihubungi kembali. Dengan begitu korban bisa mengalami kerugian besar.

3. Social Engineering

source: binus.ac.id

Sistem kerjanya hampir mirip dengan phising, namun bedanya adalah melalui rekayasa sosial. Pelaku akan memulai suatu obrolan terlebih dahulu kemudian akan membuat korbannya yakin. Ketika sudah timbul kepercayaan, maka segala rahasianya bisa diungkapkan dan selanjutnya disalahgunakan.

Dengan melakukan hubungan sosial, bukan tidak mungkin seorang hacker bisa meretas akun korban. Apabila tidak segera diatasi maka bisa membahayakan individu tersebut serta orang-orang di sekitar Anda. Ketika telah menjalin kedekatan, maka maka jauh lebih mudah mendapatkan informasi rahasia.

4. Money Mule

source: squarespace-cdn.com

Kejahatan ini semakin marak selama masa pandemi karena banyak pihak kehilangan pekerjaan. Modus money mule tentunya menjadi sangat menarik perhatian karena terlihat menguntungkan. Sistem kinerjanya yaitu dengan meminta korbannya mengirimkan sejumlah uang yang harus ditransfer ke rekening orang lain.

Bahlan pelaku juga mempersilahkan korbannya untuk menyimpan sebagian uangnya. Praktek ini memang terbilang menarik, namun secara keseluruhan penipuan sendiri sudah melanggar hukum. Apabila diketahui oleh pihak berwajib, maka bisa terkena sanksi atau langsung dijebloskan ke penjara.

5. Sniffing

source: itsecforu.ru

Kejahatan cyber ini terbilang rumit dilakukan karena dilakukan dengan cara mencuri berbagai data pribadi dari korbannya. Caranya yaitu dengan melakukan peretasan di akun-akunnya. Caranya yaitu dengan mengumpulkan informasi secara ilegal melalui jaringan perangkat korbannya.

Biasanya aksi ini dilakukan melalui aplikas-aplikasi bodong yang berisikan format khusus kemudian mencuri berbagai data dari korbannya. Biasanya ketika akan masuk ke dalam software tersebut harus memasukkan mulai dari data pribadi misalnya KTP, nomor pos, dan sebagainya.

6. Judi Online

source: blueskybioservices.com

Salah satu target dari praktek ini adalah orang yang membutuhkan banyak dana. Perlu diketahui, bahwa kegiatan tersebut bersifat ilegal dan sudah banyak kasus yang meminta korban jiwa. maksudnya adalah ketika ada orang tidak bisa melunasi tunggakan umumnya mereka melakukan bunuh diri.

Kegiatan perjudian baik online maupun offline sebenarnya tidak memberikan keuntungan karena bisa membuat kerugian besar. Berkat kemajuan teknologi saat ini, judi online semakin marak apalagi ketika pandemi masuk ke Indonesia.

Demikian penjelasan mengenai modus penipuan saat ini yang sering terjadi dan dialami oleh masyarakat Indonesia. sebaiknya jika ingin lebih aman, jangan segera tergiur dengan berbagai iming-iming menarik secara Cuma-Cuma.pastikan untuk meneliti sumbernya terlebih dahulu dengan detail.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik