Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pemanfaatan Ruang Maya : Membeli Follower, Like dan View Apakah Adil untuk Pengguna Lain?

Bagi Anda yang sudah aktif di dalam sosial media sejak pertama kali munculnya Instagram pasti tahu tentang cara ampuh memasarkan sosmed. Dengan cara membeli follower, like dan komentar, namun hal tersebut mendatangkan spekulasi pertanyaan apakah adil pagi pengguna lainnya? Mengingat mereka menggunakan cara murni untuk mendapatkan pengikut serta pencapaiannya sekarang.

Membahas Lebih dalam tentang Pembelian Follower, Like dan View untuk Sosmed

Jika melihat dari sisi adil atau tidaknya tentu saja tidak akan pernah menjadi cara adil. Namun hal seperti ini menjadi sebuah celah tak akan bisa tertutup, ibarat hacker atau peretas yang selalu mempunyai banyak kesempatan di era teknologi canggih seperti sekarang. Sedangkan tindakan tersebut bukan masuk sebagai kejahatan, dianggap sebagai salah satu cara memasarkan sosial media. Berikut Sabdamaya akan membahasnya lebih dalam.

1. Menjadi Salah Satu Solusi bagi Pengguna Sosial Media yang Membutuhkan

Source : istockphoto.com
Source : istockphoto.com

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya membeli follower, like, view dan komentar adalah menjadi upaya atau salah satu solusi bagi pengguna yang membutuhkan. Termasuk mereka para pelaku umkm yang baru saja membuka usahanya serta memanfaatkan digital sebagai proses pemasaran juga promosi produknya.

Jika menggunakan cara manual, mereka akan membutuhkan waktu lumayan lama untuk memasarkan sosial medianya yang memang menjadi langkah pertama dalam mempromosikan usahanya. Bagi mereka menggunakan pembelian follower, like, view dan komentar adalah digital marketing paling murah sehingga membantu.

2. Adil atau Tidak ditentukan oleh Pemikiran Masing-masing Pengguna Sosmed

Source : ilmupedia.co.id
Source : ilmupedia.co.id

Menjawab pertanyaan tentang adil atau tidaknya membeli follower, like, view dan komentar tentunya akan dikembalikan pada pemikiran masing-masing pengguna sosial media. Namun menurut Sabdamaya, selama tak ada yang dirugikan atau merugikan satu sama lainnya penggunaannya masih bisa dianggap wajar serta adil.

Jika menanyakan tentang adil atau tidak, di dunia ini tidak akan pernah ada yang bisa berlaku adil kecuali Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu pertanyaan atau perasaan menganggap usaha tersebut tidak adil tentu saja akan dikembalikan pada masing-masing pengguna sosiam media karena setiap orang mempunyai pendapatnya sendiri.

3. Jual Beli yang Menjadi Sumber Usaha Seseorang

Source : belifollowers.com
Source : belifollowers.com

Pada dasarnya jasa penyedia layanan jual beli ketiga hal yang menjadi penentu sosial media semakin ramai tersebut juga menjadikannya sebagai ladang penghasilannya. Tidak ada larangan keras terkait penggunaannya, bahkan kliennya saja datang dari content creator ternama, selebritis memang membutuhkannya.

Melihat dari ilmu digital marketing, pembelian follower, like, view dan komentar masuk ke dalam salah satu produknya sehingga wajar jika menjadi usaha juga upaya seseorang mempromosikan sosmednya. Bagi mereka yang merasa tidak adil karena sudah melakukan banyak hal untuk mendapatkan pengikut, mengapa dulu tidak mencoba pemasaran tersebut?

4. Membuka Peluang bagi Penjual Abal-abal Melancarkan Aksinya

Source : islampos.com
Source : islampos.com

Menurut pengalaman pribadi, memang adanya upaya serta usaha membeli pengikut, like dan komentar tersebut tidak dilarang namun tetap menimbulkan dampak negatif. Salah satunya adalah membuka peluang, mempermudah penjual abal-abal melancarkan aksinya. Penulis sendiri sudah pernah tertipu sebanyak 3 kali.

Sebelum adanya marketplace, semua masyarakat memang menggunakan sosmed untuk mencari barang secara online. Sedangkan acuan penjual tersebut bisa dipercaya atau tidak dari jumlah pengikutnya, sehingga dijadikan jalan bagi penipuan. Solusinya jangan terlalu percaya coba lihat dari berapa kali toko tersebut mengganti namanya. Jika sering kemungkinan penipu.

5. Marketplace Menjadi Solusi Penyalahgunaan Pembelian Follower

Source : indodigitalads.com
Source : indodigitalads.com

Saat ini dengan adanya marketplace tentunya penyalahgunaan pembelian follower, like, view dan komentar mendapatkan sebuah solusi. Dimana jika memang Anda tidak percaya dengan membeli melalui sosial media bisa mencari toko di marketplace-nya. Jika tidak punya lebih baik mencari toko-toko lainnya saja.

Banyaknya pengikut, like dan komentar saat ini bukan menjadi satu-satunya modal kepercayaan konsumen. Penulis menuliskan ini juga karena pernah tertipu melalui jumlah tersebut. Jangan menjadikannya sebagai patokan dan usahakan membelinya di marketplace yang dijamin pengembalian uang jika terjadi kesalahan.

6. Pembelian Follower hanya Bentuk Upaya

Source : duahp.com
Source : duahp.com

Poin terakhir adalah dimana pembelian follower ini sendiri dianggap sebagai bentuk upaya di era globalisasi seperti sekarang. Oleh sebab itu tidak bisa dibilang tak adil karena memang pelaku usaha berhak melakukan segala cara untuk melakukan promosinya.

Membeli followers, like, view dan komentar sendiri mempunyai batasan waktu. Oleh sebab itulah tidak akan pernah ada yang dirugikan dengan adanya cara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik