Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pemblokiran PSE oleh Kominfo Masih Menjadi Pertanyaan, Is that Worth to make Better Technology?

Dunia maya saat ini sedang membicarakan tentang bagaimana Kominfo secara mudahnya memblokir PSE. Termasuk beberapa situs-situs game, mengingat banyak sekali gamer di Indonesia sehingga hal tersebut disorot. Di tengah peristiwa tersebut masih ada pertanyaan apakah sepadan untuk membuat teknologi di Indonesia lebih baik?

Poin-poin Menjawab Apakah Pemblokiran Worth to make Better Technology?

Jika menanyakan sepadan atau tidaknya, mungkin menurut Kominfo sepadan karena mereka berdalih menggunakan Permenkominfo yang masih menjadi perdebatan pada masyarakatnya. Oleh sebab itulah, dengan melakukan pemblokiran ini masih ada pertanyaan apakah melakukannya sepadan untuk membuat better technology? Berikut pembahasan poinnya.

1. Menciptakan Teknologi lebih Baik tidak bisa dilakukan dengan Memblokir

Source : promediateknologi.com
Source : promediateknologi.com

Seperti yang sudah pernah dibahas di dalam media social dan mainstream, bahwa pemerintah akan mendukung era teknologi modern. Namun dengan melakukan pemblokiran tersebut tentunya hal tersebut dipertanyakan lagi oleh masyarakat, mengingat PSE yang terkena imbas pemblokirannya adalah situs-situs dan aplikasi penting.

Selain website permainan yang sering digunakan gamers di seluruh dunia termasuk Indonesia, Kominfo juga memblokir layanan keuangan PayPal. Sedangkan aplikasinya tersebut digunakan untuk Sebagian masyarakat Indonesia bekerja sebagai freelance mengambil pendapatannya. Otomatis pemblokiran itu bukan menciptakan better technology but haters government.

2. Masyarakat Mempertanyakan Kepandaian Kominfo dalam Teknologi

Source : suara.com
Source : suara.com

Baru-baru ini juga ramai diperbincangkan, netizen mengungkap Bapak Johnny G Plate sebagai Menteri Kominfo. Buntut Panjang dari polemik pemblokiran tersebut akhirnya nama Johnny G Plate akhirnya di up oleh netizen. Hal tersebut ditarik kesimpulan bahwa menterinya lulusan pertanian namun dijadikan sebagai ketua IT menjawab pertanyaan.

Dimana akhirnya netizen mempermasalahkan gelarnya sebagai lulusan pertanian tapi mengapa dijadikan Menteri Komunikasi dan Informatika yang berhubungan dengan teknologi bukan pertanian. Meskipun pintar namun masyarakat menganggap hal tersebut alasan mengapa Kominfo secara tidak logis memblokir situs tak berdosa tersebut.

3. Tidak ada Solusi terkait Tindak Tegas namun Menyesatkan dari Kominfo

Source : detik.com
Source : detik.com

Kesalahan Kominfo adalah dimana mereka menindak tegas PSE yang tidak mendaftarkan diri tetapi tanpa memberikan solusi. Mengingat salah satunya PayPal dimana menjadi perantara pembayaran para pekerja online di luar negeri atau perusahaan sejenisnya secara  freelance atau pekerja lepas.  Lalu jika PayPal diblokir bagaimana nasibnya?

Oleh sebab itulah masyarakat menuntut solusi jika memang Kominfo tidak bisa menghentikan pemblokiran tersebut. Memberikan kompensasi pun terdengar mustahil, sedangkan nasib pekerja dan lainnya masih terombang-ambing. Hal tersebut justru menjadi senjata bagi rakyatnya sehingga tidak akan bisa dinamakan better technology.

4. Make Better Technology for Indonesia bukan Dengan Memblokir PSE Penting

Source : teknologi.bisnis.com
Source : teknologi.bisnis.com

Pada dasarnya untuk membuat teknologi yang lebih baik bagi Indonesia, selain dari rakyatnya pemerintah juga disarankan memfasilitasi bukan menghakimi. Dengan memblokir PSE penting bagi mereka tentu saja bisa dibilang Kominfo menghakiminya tanpa memberikan solusi serta penjelasan logis, masuk diakal hingga dapat diterima.

Jika memang dalihnya menggunakan Permenkominfo tahun 2020, masyarakat terutama para pemerhati hukum mengaku hukumnya peraturan tersebut masih lemah. Oleh sebab itu menggunakannya sebagai dalih dirasa kurang logis. Selain itu kasus blokir memblokir bukan permasalah sederhana sehingga membuat teknologi negara ini lebih baik terdengar konyol.

5. Kominfo Mengaku tidak Takut Melakukan Pemblokiran

Source : suara.com
Source : suara.com

Pada hari dimana Kominfo resmi mengumumkan pemblokiran atas beberapa PSE, disaat itu jugalah mereka mengumumkan bahwa tidak takut melakukannya. Kominfo juga dengan sombongnya mengatakan bahwa Indonesia bisa menghasilkan PSE serupa sehingga blokir tetap akan dilakukannya.

Pembualan yang terlalu terlihat, mungkin poinnya memang benar bahwa dirinya menginginkan produksi anak bangsa namun kenyataannya sampai saat ini belum terlihat PSE sejenis karya Indonesia. Namun netizen menyimpulkan bahwa pemblokiran ini tidak tentang hal tersebut dan Kominfo seperti mengalihkan permasalahan.

6. Tujuan Pendaftaran PSE yang Bertolak Belakang dengan Perlakuannya

Source : finance.detik.com
Source : finance.detik.com

Jika melihat lagi tujuan pendaftaran PSE, yaitu salah satunya memberikan rasa aman pada penggunanya terasa bertolak belakang dengan kenyataannya. Dimana untuk menghasilkan perasaan aman masyarakat seharus tidak merenggut kepentingannya, namun saat ini yang terlihat justru Kominfo memblokir PSE kepentingan rakyatnya.

Kesimpulannya, Kominfo bukannya menghasilkan teknologi yang lebih baik di Indonesia namun justru menghalangi negara ini mendapatkan better technology. Hal tersebut karena permasalahan PSE tidak mendaftar membuat situs game saja diblokir. Think again about it !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik