Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pro dan Kontra Sosok Bjorka : Siapakah Dia dan Apa Alasannya Meretas Data-data Penting di Indonesia?

Beberapa waktu belakangan ini Indonesia bisa dibilang sedang tidak baik-baik saja, hal tersebut karena tiba-tiba pemerintahan dan perusahaan besar di Indonesia diserang oleh peretas atau hacker Bjorka. Kehadirannya muncul setelah masyarakat banyak yang mempermasalahkan terkait kenaikan harga BBM, lalu kasus Ferdy Sambo yang masuk ke dalam ranah ketidakadilan menurut masyarakat. Yuk membahasnya!

Beberapa Aksi Bjorka dan Fakta Terkait Kasus Cyber Security di Indonesia yang masih Rentan

Dengan adanya Bjorka, masyarakat Indonesia jadi tahu betapa rentannya keamanan siber di negara ini yang tidak dipikirkan. Namun terlepas dari Bjorka sebagai wakil masyarakat, sebenarnya peristiwa ini juga masih menimbulkan banyak pro dan kontra. Hal tersebut karena beberapa netizen berpendapat bahwa adanya peristiwa ini justru sengaja dilakukan untuk pengalihan isu kasus Ferdy Sambo. Berikut aksi Bjorka dan fakta di baliknya.

1. Mengincar Pemerintahan Indonesia dengan Ancaman

Source : idntimes.com
Source : idntimes.com

Seperti sudah diketahui semua pengguna aktif media sosial, bahwa Bjork aini sudah masuk mengancam pemerintahan Indonesia karena dianggap tidak becus dalam menjalankan pemerintahannya. Ancaman diberikan melalui berbagai data penting masyarakat yang berhasil dibobol oleh Bjorka, bahkan juga beberapa petinggi negara.

Hal tersebut yang akhirnya menimbulkan banyak pro dan kontra di tengah masyarakat, meskipun banyak pro-nya namun beberapa juga menyayangkan tindakan Bjorka. Hal tersebut karena incarannya pemerintah tetap pemilik data yang notabene adalah masyarakat Indonesia lagi menanggung akibatnya dimana kebocoran data berbahaya. Bisa menjadi bahan kejahatan siber.

2. Bjorka Membobol Banyak Data-data Pribadi Masyarakat Indonesia

Source : promediateknologi.com
Source : promediateknologi.com

Melansir dari cnnindonesia.com, pada April 2020 leak atau pembocoran pertama yang dilakukan Bjorkan di breached.to adalah data pelanggan Tokopedia berukuran 11 GB dalam bentuk compressed. Selain itu juga ada 24GB berbentuk uncompressed, data-data tersebut berisikan user ID, password hash, email hingga nomor telepon.

Hal paling diributkan adalah dimana Bjorka berhasil membobol dan mengunggah 1,3 miliar data register SIM Card yang diklaim membobolnya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Isinya lebih berbahaya lagi, karena ada NIK, nomor telepon, provider-nya dan tanggal registrasi. Dari sinilah ancaman demi ancamannya terlihat semakin nyata.

3. Menyanggah dengan Balasan Dianggap berani dan Mengagumkan

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Pertama kali respon pemerintah terkait ancaman tersebut hanya melarang melakukan serangan karena illegal dan merugikan rakyatnya. Di tengah kecemasan dan kebakaran jenggot pihak pemerintahan justru Bjorka membalasnya dengan sangat  tenang melalui forum gelap dengan judul “My Message to Indonesian Government : Stop being an Idiot”.

Balasan tersebut tentunya membuat masyarakat Indonesia yang saat ini memang sedang dibingungkan dengan masalah-masalah ekonomi tiada habisnya merasa Bjorka mewakilinya. Tidak sampai disitu saja masih banyak lagi data-data penting berhasil dibobol oleh Bjorka serta membagikannya terlihat seperti ancaman langsung pada pemerintah.

4. Membocorkan 105 Juta data Kependudukan dari KPU

Source : promediateknologi.com
Source : promediateknologi.com

Setelah menyerang beberapa perusahaan teknologi bahkan termasuk BUMN, pada 6 September 2022 Bjorka kembali menghebohkan publik dengan pembocoran data kependudukan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tidak main-main karena isinya NIK, Nomor KK, sampai nama lengkap. Hal ini tentu saja membahayakan banyak masyarakat.

Selain mengundang banyak terjadinya kejahatan siber, penyalahgunaan data-data tersebut juga sempat menjadi perdebatan karena memang sangat bahaya. Dengan mudahnya penjahat siber akan menggunakannya untuk mencetak banyak korban lagi. Hal itu tentu saja mengkhawatirkan rakyat dan masyarakat Indonesia.

5. Pembocoran Data dan Surat Rahasia untuk Presiden Jokowi Periode 2019-2021

Source : katadata.co.id
Source : katadata.co.id

Masih ada yang lebih menghebohkan dari kasus-kasus di atas, dimana Bjorka juga sempat membocorkan data dan surat rahasia untuk Presiden Jokowi periode tahun 2019-2021. Salah satunya adalah surat dalam amplop tertutup dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Hal tersebut cukup menggemparkan jagad dunia maya dan pihak pemerintah berjanji akan mengusutnya sampai tuntas. Namun lagi-lagi dibalas oleh Bjorka yang meremehkan cara kerja mereka dimana sudah 21 hari sejak pembocoran data pertamanya, mereka masih bingung akan mulai darimana.

6. Sempat Membongkar Kasus Munir dan Masih menjadi Kontra

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Kasus Munir sudah sejak tahun 2003 masih saja belum terselesaikan dan pemerintah seperti angkat tangan dalam menemukan dalang di balik pembunuhannya. Namun secara singkat Bjorka membeberkan semuanya serta memberikan dalangnya secara terang-terangan. Beberapa rakyat menginginkan bukti yang lebih konkret terkait pernyataan tersebut.

Bagaimana netizen? Anda tim pro Bjorka atau malah kontra? Apapun itu sebenarnya hacker atau peretas tetap berperan sebagai penjahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik