Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

“Menggiring Opini” Istilah yang sedang Memenuhi Media Sosial, Yuk Membahas Sisi Negatifnya

Dewasa ini media sosial menjadi wadah bagi semua masyarakat di dunia melakukan semua hal, dari konyol hingga serius bahkan membagikan berita formal terkini. Hal tersebut ternyata banyak memunculkan spekulasi negatif. Termasuk sedang viral bagaimana seorang content creator menggiring opini, apakah yg dimaksudkan dengan istilah tersebut? Mari membahasnya bersama.

Membahas Terkait Maksud dari “Menggiring Opini” di Media Sosial

Menggunakan media sosial dengan bijak memang sepertinya sangat sulit di era modern seperti sekarang, dimana pengguna saja sudah ribuan bahkan setia masyarakat di dunia. Oleh sebab itu sering terjadi kesalahpahaman hingga menghasilkan opini negatif pada orang yang sebenarnya tidak salah sama sekali. Itupun terjadi sangat disayangkan karena “opini” content creator. Berikut pembahasan “Menggiring Opini”.

1. Bersifat Seperti Memprovokasi Pengguna Lainnya

Source : suara.com
Source : suara.com

Jika dilihat dari penggunaan dan arti sebenarnya secara harfiah mungkin memang terlihat negatif. Benar saja ternyata digunakan pada mereka yang seringkali membuat konten dengan cara tersebut seperti bersifat memprovokasi pengguna lainnya. Dimana kontennya selalu memberikan penilaian buruk, menggunakan kata-kata menjurus ke ajakan terselubung.

Artinya, di balik kontennya tersebut mereka memang berusaha “menggiring opini” namun tersembunyi pada konsep konten misalnya bercerita keseharian bersama mereka. Bisa dibilang pembuatan narasi terkesan mengajak dengan memberikan kritikan tidak masuk akal, sehingga membuat pengikutnya seperti terhipnotis membenci pengguna lain.

2. Terkadang Menjadikannya sebagai Hate Comment Konten Lainnya

Source : popbela.com
Source : popbela.com

Sangat disayangkan sekali bahwa “menggiring opini” tersebut seringkali dilakukan oleh content creator dengan jumlah pengikut ratusan bahkan jutaan pengguna. Membuat kata-kata yang sedikit masuk ke provokator membuat pengikutnya tentu saja langsung memberikan tanggapan negatif sehingga pada akhirnya banyak menimbulkan hate comment.

Hate comment ini sendiri lebih menjurus ke mencaci maki hingga menjatuhkan usaha seseorang tanpa kesalahan yang jelas. Selain itu, beberapa diantaranya content creator juga sering menggunakannya memang bertujuan membuat pengikutnya memunculkan komentar negatif pada content creator lainnya tanpa sebab pasti.

3. Sering Terjadi di antara Satu Content Creator dengan Lainnya

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Seperti sudah sedikit dijelaskan sebelumnya, bahwa “menggiring opini”seringkali terjadi di antara satu content creator dengan lainnya. Hal tersebut mereka lakukan semata-mata karena memang ingin menjatuhkan juga memprovokasi pengguna yang notabene sebagai pengikutnya ikut membenci bahkan hingga memberikan komentar negatif.

Hal tersebut sangat disayangkan, disamping banyaknya content creator yang berlomba-lomba dalam kebaikan menghibur pengguna lain terselip mereka bisa dibilang “busuk”. Dimana menjadikan kontennya sebagai perantara menyebarkan opini menjurus ke provokasi menyebabkan hate comment berlebihan dari netizen.

4. Menghasilkan Opini Buruk pada Produk dari Content Creator Lainnya

Source : pikiran-rakyat.com
Source : pikiran-rakyat.com

Mungkin menjatuhkan content creator satu dengan lainnya masih wajar, mengingat mereka bersaing dalam mendapatkan hati netizen hingga mendapatkan jutaan pengikut. Namun yang membuat “menggiring opini” tidak bisa ditoleransi lagi adalah beberapa digunakan untuk menghasilkan opini buruk pada produk content creator lain.

Selain menjadi ajang berpose, membagikan keseharian hingga konsep konten lainnya, tidak sedikit pula pengguna yang menjadikan media sosial sebagai media berdagang memasarkan produknya. Bahkan ada beberapa berhasil sehingga mendatangkan banyak konsumen, namun dengan hadirnya content creator buruk membuat opini buruk pada kemajuan produknya. Sungguh sangat disayangkan.

5. Menghasilkan Opini Negatif Menyangkut yang Dibahas disana

Source : digitaloceanspaces.com
Source : digitaloceanspaces.com

Dilihat dari penggabungan dua kata tersebut sudah bisa terlihat bahwa memang “menggiring opini” saat ini seringkali terjadi bahkan digunakan oleh beberapa konten merujuk pada opini-opini negatif. Jika bertanya apa salahnya? Tidak salah jika memang digunakan sebagai hal positif dan jauh dari provokasi.

Namun sayangnya banyak konten di media sosial yang menggunakannya untuk menghasilkan opini negatif menyangkut pembahasan disana. Oleh sebab itulah makna “menggiring opini” sendiri menjadi buruk karena dibandingkan dengan menghasilkan hal positif, terlihat banyak opini negatif menyertai konten-kontennya.

6. Munculnya Sugesti Jelek dari Sudut Pandang Pengguna lainnya

Source : cloudinary.com
Source : cloudinary.com

Penjelasan pada poin sebelumnya membuktikan bahwa dengan digunakannya “menggiring opini” sebagai modus melakukan hal buruk di media sosial memunculkan sugesti jelek. Sugestinya tersebut tentu saja jelek padahal sebenarnya konten berkonsep penggiringan opini tersebut tidak sepenuhnya bisa buruk jika dimanfaatkan untuk hal-hal positif.

Terlepas dari pembahasan apa itu “menggiring opini”, pada dasarnya sebagai content creator yang menjadi panutan beberapa pengguna sebaiknya hadir menyebarkan kebaikkan. Bukan memberikan konten mengecewakan bahkan menyulut pandangan negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik