Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengenal Istilah Pansos yang Sering dibahas di dalam Konten Medis Sosial dan Contoh Perilakunya

Saat ini sudah banyak sekali istilah yang digunakan dalam media sosial, salah satunya pansos. Melansir dari suara.com, pansos mempunyai kepanjangan dari Panjat Sosial atau dalam bahasa asing Social Climbing. Mungkin bisa dibilang pelakunya melakukan hal tersebut karena ingin menaikkan popularitasnya sehingga menempuh jalan tersebut, sehingga kegiatan tersebut merujuk perilaku negatif.

Beberapa Ciri dan Contoh Perilaku Pansos yang Sering dilakukan Content Creator

Melansir dari suara.com, perilaku pansos ini merujuk pada seseorang yang suka membuat dirinya terlihat mempunyai status sosial lebih tinggi dibandingkan orang-orang sekitarnya. Meskipun kata tersebut terkenal baru-baru saja, pansos sudah ada di dalam KBBI dan pelakunya akan dicap negatif oleh pengguna media sosial lainnya. Berikut ciri dan contoh seorang sedang melakukan panjat sosial.

1. Terlalu Pemilih dalam Menentukan Teman-temannya

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Memilih siapa yang akan menjadi teman adalah hal wajar dan memang harus dilakukan. Namun bagi mereka sedang melakukan pansos, dalam hal memilihnya memiliki kriteria tersendiri lalu cenderung agar menguntungkan dirinya sendiri. Salah satu contoh perilakunya adalah hanya mau berteman dengan orang-orang populer agar bisa menumpang ketenaran mereka.

Selain itu biasanya seorang dengan perilaku seperti ini akan meninggalkan teman yang menurutnya kurang menguntungkan alias tidak tenar atau tak sesuai kemauannya. Dalam drama di media sosial seringkali terlihat beberapa content creator melakukan hal serupa sehingga justru memberikan vibes negatif pada pengguna lainnya.

2. Terlalu Sering Show Off atau Bisa dibilang Pamer demi Pengakuan

Source : finansialku.com
Source : finansialku.com

Bisa dibilang flexing di media sosial bisa saja masuk ke dalam ciri dari seseorang sedang melakukan pansos. Dimana dirinya akan menunjukkan semua barang branded serta semua hal berhubungan dengan materi ke kontennya di media sosial. Sayangnya fenomena ini justru banyak sekali dilakukan oleh pengguna di medsos untuk mendapatkan pengakuan serta jumlah followers naik.

Namun perbedaan mereka melakukan flexing untuk pansos dengan hanya sekedar flexing saja terlihat dari orang yang melakukannya. Jika belum terlau tenar dan terlihat norak, mereka pure sedang panjat sosial agar dilihat oleh pengguna serta mendapatkan pengakuan. Namun jika memang sudah banyak pengikutnya, mungkin ingin menunjukkan harta bendanya atau flexing non pansos.

3. Menyebutkan Nama Orang Populer atau Name Dropper

Source : promediateknologi.com
Source : promediateknologi.com

Ciri ketiga ini selain membuat seolah-olah dirinya kenal dengan pemilik nama populer tersebut, dirinya menginginkan pengakuan dari orang lain. Oleh sebab itulah digunakannya nama-nama tersebut, tidak berbohong memang pernah bertemu tetapi tidak sedekat yang diceritakan sehingga lebih ke arah berbohong. Hal ini jarang terjadi tetapi seringkali terlihat.

Media sosial menjadi tempat banyaknya drama antara pengguna satu dengan lainnya, juga content creator di dalamnya. Oleh sebab itu name dropper seringkali digunakan juga guna mengangkat derajat sosial pelakunya sehingga diakui keberadaannya juga status sosialnya meningkat tanpa harus melakukan banyak usaha lainnya.

4. Kurangnya Mempunyai Rasa Empati pada Teman dan Sekitarnya

Source : digitaloceanspaces.com
Source : digitaloceanspaces.com

Ciri keempat ini ada karena orang yang sering melakukan panjat sosial jadi tidak bisa mengenali benar siapa temannya. Berada di dalam lingkup pertemanan namun tak bisa mengenal dengan baik teman-teman satu gengnya. Hal tersebut karena tujuan awalnya dalam memilih temen-temannya hanya untuk panjat sosial.

Oleh sebab itulah rasa empati dari pelakunya biasanya sudah mati sehingga tak bisa peka terhadap temannya. Contoh tindakannya, tentu saja tega berbuat jahat bahkan memilih memutuskan hubungan pertemanannya hanya karena kurang cocok atau bahkan menurutnya kurang selevel dengannya.

5. Tidak Pernah Bisa Diandalkan dalam Menepati Janjinya

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Seperti sudah diceritakan sebelumnya, bahwa seseorang yang sedang melakukan panjat sosial akan memilih circle pertemanannya. Di dalam media sosial banyak sekali content creator melakukan hal tersebut, sehingga terkadang jika ada tawaran lebih bagus mereka akan dengan mudah membatalkan janjinya di tengah waktu menjelang janji bertemu.

6. Mencari Perhatian dengan Memberikan Cerita yang Dilebih-lebihkan

Source : reportasee.com
Source : reportasee.com

Selebriti Indonesia seringkali melakukan pansos untuk mendongkrak lagi kepopulerannya, biasa disebut dengan mencari sensasi. Begitu juga mereka orang-orang biasa atau seleb media sosial dimana akan mencari perhatian masyarakat dengan memberikan cerita cenderung dilebih-lebihkan dan merasa dirinya sebagai korban, padahal sebaliknya.

Sayang sekali, saat ini media sosial digunakan untuk hal-hal tidak berguna. Kebanyakan drama yang akan menguntungkan dirinya sendiri namun merugikan temannya. hal tersebut seringkali terjadi di zaman sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik