Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mencari Tempat Wisata melalui Media Sosial, Apakah Bisa Dipercaya?

Dewasa ini media sosial banyak digunakan berbagai macam kegiatan, salah satunya membagikan kegiatan di tempat-tempat wisata yang termasuk instagramable jika menurut bahasa medsos. Selain memberikan rekomendasi, beberapa akun wisata tersebut mempunyai konsep konten membahas apapun yang berkaitan dengan sebuah kota. Dari makanan sampai tempat wisata apik.

Alasan Jangan Asal Percaya dengan Rekomendasi Tempat Wisata di Medsos

Sebenarnya jika membicarakan bisa dipercaya atau tidaknya, semua akan dikembalikan pada pribadi masing-masing serta bagaimana kondisi tempat wisatanya. Terkadang akun tersebut memang memberikan penilaian jujur dengan foto minim edit, namun saat netizen membuktikan mungkin ramai sehingga banyak sampah misalnya. Hal-hal yang terjadi diluar kendali dan berikut alasan lainnya.

1. Kebohongan di Balik Editing Sempurna Visual Hasil Foto dan Video

Source : antaranews.com
Source : antaranews.com

Melihat penjelasan di atas, tentunya juga ada akun-akun yang memberikan editing “kelas kakap” dimana sangat indah terlihat di foto dan video. Kenyataannya memang biasa saja, bahkan bisa lebih buruk. Semua karena hasil editing agar banyak pengguna medsos lainnya menarik lalu menekan tombol like serta memviralkan kontennya.

Namun di luar itu semua sebenarnya mereka tidak bermaksud berbohong, hanya memperlihatkan kemampuan editing yang sudah taraf maksimal. Hasilnya justru membohongi public dengan kondisi sebenarnya, oleh sebab itu sebenarnya tidak perlu memberikan edit terlalu sempurna. Secukupnya tetapi tetap terlihat jernih.

2. Kenyataannya tidak Seistimewa yang Ada di Info Media Sosial

Source : hipwee.com
Source : hipwee.com

Banyak sekali pengguna dan netizen yang merasa dikecewakan setelah datang ke tempat rekomendasi melalui media sosial karena tidak seistimewa di kontennya. Drai foto hingga video, semuanya memperlihatkan tempat wisata itu menyenangkan bahkan sangat direkomendasikan untuk spot foto.

Pada kenyataannya tidak seistimewa bahkan lebih buruk dari dugaan. Seperti contohnya video singkat tentang sunset di Pantai Tirang Semarang, bagi warga di luar kota tersebut tentunya tidak tahu bahwa sebenarnya pantai itu sudah terbengkalai dan penuh sampah. Namun melihat video berbanding terbalik dengan indahnya sunset serta tempat bersihnya.

3. Trending di Media Sosial yang Mengakibatkan Keindahannya Menjadi Lautan Manusia

Source : travel.kompas.com
Source : travel.kompas.com

Seperti sudah dijelaskan sedikit, bukannya mereka ingin berbohong tetapi terkadang setelah dibagikan pada semua warga media sosial tempat tersebut jadi trending atau viral. Akhirnya ketika beberapa pengikutnya mendatangi tempat itu dipenuhi dengan lautan manusia, membuat keindahanya tertutup bahkan tidak bisa bergerak.

Mengambil spot foto di manapun selalu bocor dengan banyaknya pendatang lain. Hal tersebut biasanya tidak diperlihatkan pada akun-akun pertama yang membagikannya, karena bisa dibilang kemungkinan mereka kesana tidak waktu akhir pekan sehingga masih sepi sehingga angle fotonya terlihat bagus juga instagramable.

4. Berawal dari Media Sosial Tempat Wisata akan Segera Trending

Source : business.com
Source : business.com

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, bahwa semua akan berawal dari media sosial. Dimana nantinya tempat wisata tidak banyak didatangi pengunjung tiba-tiba ramai karena trending melalui rekomendasi akun-akun sejenisnya. Biasa satu akun membagikan, lainnya akan ikut mendatanginya.

Hal tersebutlah yang akhirnya membuat tempat wisata menjadi trending atau viral, awalnya sepi bahkan di hari biasa pun tetap ramai. Keadaan tak bisa dikendalikan seperti ini tentu saja di luar pemikiran pemilik akun-akun tersebut, sehingga kesannya berbohong namun sebenarnya kondisi merubah keadaannya disana.

5. Lebih Akurat Menggunakan Video dengan Penilaian lebih Terlihat Nyata

Source : suara.com
Source : suara.com

Daripada menggunakan foto, lebih baik mencari rekomendasi yang juga menggunakan video sehingga penilaian lebih akurat. Meskipun sama-sama melalui proses editing, namun lebih enak dilihat ketika video itu tidak terlalu mendalam editingnya sehingga masih ada kesan natural disana.

Oleh sebab itulah jika ingin mencari rekomendasi tempat wisata, Anda bisa menggunakan liputan video-video di media sosial sehingga lebih akurat serta natural hasil pengambilan tempatnya. Selain itu liputan setiap gerak memang akan lebih meyakinkan daripada hanya hasil jepretan atau foto.

6. Tidak Semua Tempat Terlihat Buruk di Kenyataan dan Visual di Media Sosial

Source : suara.com
Source : suara.com

Terlepas dari semua poin tersebut, tidak semua tempat wisata yang diberikan terlihat lebih buruk daripada visual di media sosial. Beberapa diantaranya juga mempunyai keindahan sama antara visualnya juga hasil fotonya sehingga diberikan editing apapun hasilnya tidak akan menipu.

Kesimpulannya, akun-akun yang memberikan rekomendasi tidak bermaksud berbohong, hanya saja terkadang kondisi merubah keadaannya dan tak akan bisa diprediksi. Mereka hanya membagikan hal menurutnya bagus, as simple as that.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik